Sabtu, 08 Oktober 2016
Pernah Berkata Rasis, Ghana Bakal Hilangkan Patung Gandhi
MANIS77 - Pemerintah Ghana akan menghilangkan patung Mahatma Gandhi dari universitas utama di negara itu. Musababnya, pejuang kemerdekaan India itu pernah berkomentar rasis terhadap rakyat Afrika semasa hidup.
Kementerian Luar Negeri Ghana pada 6 Oktober 2016 lalu membuat pengumuman rencana penghapusan patung Mahatma Gandhi. Rencana itu tak lepas dari kampanye sekelompok dosen dan mahasiswa University of Ghana agar patung Gandhi disingkirkan dan diganti patung pahlawan Afrika.
“Karena itu, pemerintah ingin merelokasi patung (Gandhi) dari University of Ghana untuk memastikan keamanan dan untuk menghindari kontroversi. Itu menjadi gangguan (dari) ikatan persahabatan kami yang kuat,” kata Kementerian itu melalui seorang juru bicara mengacu pada persahabatan Ghana dan India.
Gandhi yang menjadi simbol perjuangan kemerdekaan India terhadap pemerintahan Inggris telah menjadi inspirasi bagi para pemimpin kemerdekaan Afrika. Pemimpin Ghana, Kwame Nkrumah, yang meraih kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada tahun 1957 adalah salah satunya.
Kendati demikian, beberapa sejarawan mengatakan bahwa Gandhi sendiri tidak percaya pada kesetaraan selama beberapa tahun semasa hidupnya.
Jad Adams, penulis buku “Gandhi: The True Man Behind Modern India” mengatakan bahwa Gandhi sering menyebut orang kulit hitam dengan sebutan “kafir”. Komentar rasis Gandhi yang diungkap sejarawan inilah yang memicu agar patung Gandhi disingkirkan.(IB Times)
Bodyguard Kim Kardashian Diduga Terlibat Perampokan
Sopir Taksi Selamatkan Kakek dari Penipuan Rp2,5 M
Sidak ke Samsat Ganjar Pranowo Temukan Pungli
Rabu, 05 Oktober 2016
Aib Hillary Clinton Akan Diungkapan Dalam Dokumen Terbaru WikiLeaks
MANIS77 - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, mengatakan akan merilis sekitar satu juta dokumen yang terkait dengan pemilu Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan. Namun, Assange membantah kalau seluruh dokumen tersebut ditujukan untuk merusak citra Hillary Clinton.
"Kami akan merilis dokumen ini pada awal pekan depan (bertepatan dengan debat terbuka sesi kedua capres)," katanya. Assange (45 tahun), yang kini menetap di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, mengatakan bahwa dokumen pemilu ini sangat signifikan.
"Dokumen WikiLeaks akan diterbitkan sebelum pilpres AS bulan November. Ini adalah momen yang sangat signifikan dalam arah yang berbeda, karena mempengaruhi tiga organisasi besar di tiga negara yang berbeda," ungkapnya.
Secara garis besar, Assange hanya mengatakan bahwa dokumen akan fokus pada perang, penjualan senjata, minyak, pengawasan media massa, perusahaan teknologi raksasa Google dan pemilu AS. Ia pun enggan memberikan rincian lebih lanjut dari poin-poin yang dimaksud.
Assange juga membantah bermaksud untuk menjatuhkan citra Hillary Clinton. "Sangat keliru kalau tujuan saya mempublikasikan dokumen ini untuk menyakiti Hillary Clinton. Semua orang yang salah," papar dia.
Sebelumnya, ia mengkritik Hillary, calon presiden dari Partai Demokrat, yang mengutuk cara kerja WikiLeaks setelah serentetan rilis yang berhubungan dengan Komite Nasional Demokrat sebelum konvensi politik Demokrat musim panas ini.
Assange mengatakan kampanyenya telah palsu menyarankan bahwa mengakses data WikiLeaks akan mengekspose pengguna untuk perangkat lunak berbahaya.(Reuters)
Senin, 03 Oktober 2016
Karena Celana Dalam, Sembilan Warga Australia Ditangkap Polisi Malaysia
MANIS77 - Celana dalam bergambar bendera Malaysia “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, Malaysia, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit Malaysia atau sekitar Rp548 ribu.
Gara-gara “stripping” dengan celana dalam itu, sembilan warga Australia ditangkap polisi Malaysia pada hari Minggu. Menurut Kepala Polisi Sepang, Abdul Aziz Ali, celana dalam itu diproduksi di Australia. Dalam pemeriksaan, tidak hanya celana dalam bergambar bendera Malaysia saja yang dijual di toko online.
Tapi, ada juga celana dalam bergambar bendera Brasil, Amerika Serikat (AS), Prancis, Swedia dan Jepang. Sembilan warga Australia yang ditangkap berusia antara 25 hingga 29 tahun. Mereka merayakan kemenangan pebalap Australia; Daniel Ricciardo, di ajang Formula 1, pada Minggu malam.
Mereka mabuk dan melucuti pakaian hingga tersisa celana yang gambarnya membuat polisi Malaysia marah. Aksi mereka direkam dan videonya telah diunggah di Instagram. Sementara itu, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia, mengaku sedang memberikan bantuan terhadap sembilan warga Australia yang telah ditahan gara-gara mengenanakan celana dalam itu.
”Departemen Luar Negeri dan Perdagangan memberikan bantuan konsuler, sesuai dengan Consular Services Charter, kepada sekelompok warga Australia yang ditangkap di Malaysia,” kata departemen itu melalui seorang juru bicara. ”Karena kewajiban privasi, kami tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut,” ujarnya.(Sydney Morning Herald)
Kim Kardashian Ditodong Pria Bersenjata
Miliarder Tanpa Sengaja Menikahi Cucunya
Proyek Lippo Tak Berizin Distop Mahasiswa
Minggu, 02 Oktober 2016
Dalam Setahun Serangan Rusia di Suriah Tewaskan 9.300 Jiwa
MANIS77 - Kemarin, 30 September 2016, genap satu tahun Rusia telah menggencarkan serangan udara di Suriah, guna mendukung pemerintahan Presiden Suriah, Bashar Assad. Tercatat akibat serangan itu, sebanyak 9.300 orang meninggal dunia, puluhan ribu orang terlantar, dan kerusakan parah pada bangunan-bangunan di Suriah.
Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, dari ribuan orang yang meninggal, sebanyak 3.804 adalah warga sipil, dan di antaranya terdiri 906 anak-anak. Lalu, 2.746 anggota kelompok militan ISIS, 2.814 orang pemberontak dan selebihnya merupakan kelompok militan lainnya, termasuk afiliasi Al-Qaeda di Suriah.
Memperingati satu tahunnya serangan Rusia di Suriah, Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dimitry Peskov mengatakan, keterlibatan Rusia di Suriah dibenarkan oleh fakta bahwa militan belum berhasil menaklukan ibu kota Suriah, Damaskus.
“Putin tidak pernah memberikan waktu untuk berapa lama misi pengeboman mungkin bertahan dan kapan berakhir,” kata Peskov. Menurt Peskov, operasi serangan udara sangat membantu Suriah dari kelompok militan ISIS dan diyakini misi mereka telah sukses. Jika bukan karena Rusia, ISIS dan kelompok lain diklaim akan tetap menduduki Damaskus.(alarabiya)
Terkait Jolie-Pitt, Selena Gomez Direhabilitasi
Balita Selandia Baru Jadi Miliarder Termuda
Warga Ende di Himbau Tidak Mendekati Gunung
Sabtu, 01 Oktober 2016
Khawaja Asif : Kami Akan Hancurkan India Dengan Bom Nuklir
MANIS77 - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif dalam siaran televisi empat hari lalu mengancam akan melenyapkan India dengan senjata nuklir jika Negeri Sungai Gangga itu mengajak berperang.
Pernyataan itu muncul setelah terjadi insiden penembakan dari India yang menewaskan dua tentara Pakistan di perbatasan di wilayah konflik Kashmir. India dan Pakistan sudah empat kali berperang lantaran isu Kashmir yakni pada 1947, 1965, 1971, 1999. "Kami akan hancurkan India jika mereka berani mengajak kita berperang. Militer Pakistan sudah siap menjawab tantangan India.
Kalau situasi semakin memanas kami akan menggunakan senjata nuklir buat melenyapkan India," kata Asif dalam wawancara dengan stasiun televisi Pakistan SAMAA pekan ini. India sudah mengevakuasi sekitar 10 ribu warga desa di dekat perbatasan dengan Pakistan setelah situasi kian menegangkan dalam beberapa waktu belakangan.
Perdana Menteri India Narendara Modi dua hari lalu sudah memerintahkan pasukan keamanan untuk meningkatkan pengawasan di sepanjang jalur perbatasan di Jammu dan Negara Bagian Kashmir.
Evakuasi dilakukan setelah militer India melancarkan serangan di perbatasan di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan untuk melumpuhkan sejumlah militan yang diduga akan menyerang India.(Daily Mail)
Justin Bieber Mendekati Pamela Anderson
Borong 30 Rolls-Royce Phantom Untuk Tamu Hotel
9 TKI Pulang Dari Malaysia Bawa 4 Anak
Rabu, 28 September 2016
Hasil Dekorasi Mengecewakan, Puteri Arab Saudi Aniaya Tukang Cat
foto ilustrasi
MANIS77 - Seorang putri Arab Saudi memerintahkan pengawalnya untuk mengikat seorang tukang cat sekaligus dekorator untuk mencium kakinya di sebuah apartemen mewah di Paris. Sang puteri juga mengeluarkan kata-kata pedas kepada tukang cat tersebut.
Cerita bermula saat puteri yang disebut masih mempunyai hubungan dengan almarhum Raja Abdulaziz itu tiba di kompleks apartemen mewah yang terletak di jalan Avenue Foch untuk mendekor ulang apartemennya.
Namun ia mengaku kecewa dengan pekerjaan sang tukang cat dan dekorator. Ketika ia melihat pekerja mengambil foto hasil kerjaannya dengan kamera ponselnya, yang jamak dilakukan oleh dekorator saat ini, sang puteri marah dan menuduhnya akan menjual hasil fotonya ke media.
Dia kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memukul si tukang cat, mengikat tangannya dan menyumpal mulutnya, kemudian membuat tukang cat itu untuk mencium kakinya. "Anda harus membunuh anjing ini, dia tidak pantas untuk hidup" katanya dan mengancam tukang cat tersebut ke polisi.
Aksi itu terjadi selama empat jam sebelum akhirnya tukang cat tersebut ditendang keluar dari flat dan diperintahkan untuk tidak pernah kembali ke sana. Tukang cat tersebut kemudian meminta ongkos atas pekerjaannya sebesar 16 ribu pound dan meminta alat-alatnya untuk dikembalikan.
Tukang cat tersebut kemudian mengadukan kejadian itu ke polisi sembari menunjukkan memar di kepalanya yang disebabkan oleh penyerangan itu. Namun, penyelidikan terhadap kasus ini diragukan akan dilakukan karena adanya perlakuan khusus bagi keluarga kerajaan Saudi.(Daily Mail)
FBI Lakukan Investigasi Terhadap Brad Pitt
Gali Terowongan 18 Tahun Atas Perintah Tuhan
Tujuh Anggota ISIS Dibekuk di Cengkareng
MANIS77 - Seorang putri Arab Saudi memerintahkan pengawalnya untuk mengikat seorang tukang cat sekaligus dekorator untuk mencium kakinya di sebuah apartemen mewah di Paris. Sang puteri juga mengeluarkan kata-kata pedas kepada tukang cat tersebut.
Cerita bermula saat puteri yang disebut masih mempunyai hubungan dengan almarhum Raja Abdulaziz itu tiba di kompleks apartemen mewah yang terletak di jalan Avenue Foch untuk mendekor ulang apartemennya.
Namun ia mengaku kecewa dengan pekerjaan sang tukang cat dan dekorator. Ketika ia melihat pekerja mengambil foto hasil kerjaannya dengan kamera ponselnya, yang jamak dilakukan oleh dekorator saat ini, sang puteri marah dan menuduhnya akan menjual hasil fotonya ke media.
Dia kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memukul si tukang cat, mengikat tangannya dan menyumpal mulutnya, kemudian membuat tukang cat itu untuk mencium kakinya. "Anda harus membunuh anjing ini, dia tidak pantas untuk hidup" katanya dan mengancam tukang cat tersebut ke polisi.
Aksi itu terjadi selama empat jam sebelum akhirnya tukang cat tersebut ditendang keluar dari flat dan diperintahkan untuk tidak pernah kembali ke sana. Tukang cat tersebut kemudian meminta ongkos atas pekerjaannya sebesar 16 ribu pound dan meminta alat-alatnya untuk dikembalikan.
Tukang cat tersebut kemudian mengadukan kejadian itu ke polisi sembari menunjukkan memar di kepalanya yang disebabkan oleh penyerangan itu. Namun, penyelidikan terhadap kasus ini diragukan akan dilakukan karena adanya perlakuan khusus bagi keluarga kerajaan Saudi.(Daily Mail)
FBI Lakukan Investigasi Terhadap Brad Pitt
Gali Terowongan 18 Tahun Atas Perintah Tuhan
Tujuh Anggota ISIS Dibekuk di Cengkareng
Selasa, 27 September 2016
Jelang Debat Capres, 5.000 Pejabat Imigrasi Nyatakan Dukungan untuk Trump
MANIS77 - Jelang debat calon presiden Amerika Serikat (AS) 2016 pertama di Hofstra University, 5.000 pejabat imigrasi federal bersatu menyatakan dukungannya kepada kandidat Partai Republik, Donald Trump. Hal ini membuktikan kebijakan imigrasi Trump mendapat persetujuan dari para pejabat imigrasi di dalam negerinya.
Pernyataan dukungan dari Dewan Imigrasi Nasional dan Bea Cukai ini diketahui merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah pemilihan presiden di Negeri Paman Sam. Presiden serikat imigrasi tersebut,
Chris Crane menggarisbawahi alasan kelompoknya mendukung Trump karena mereka percaya bahwa miliarder New York itu dapat menjadi baris pertahanan terakhir bagi rakyat AS. Trump juga dinilai mampu membuat mereka kembali menjadi penegak hukum imigrasi paling mendasar di negara tersebut.
Jajak pendapat CNN/ORC pada Rabu 7 September menunjukkan 49 persen rakyat percaya Hillary Clinton dapat menangani persoalan imigrasi. Hasilnya berbanding tipis dari Trump yang hanya memperoleh 47 persen dukungan. Akan tetapi, Crane pada Senin 26 September waktu AS meyakinkan pernyataan dukungan dari kelompoknya didasarkan dari pengambilan suara secara demokratis.
Faktanya, hanya lima persen dari 5.000 anggotanya yang lebih menaruh keyakinan pada capres usungan Demokrat. Sebelumnya, sejumlah mantan pembantu keluarga Bush juga memutuskan untuk mendukung Trump maju jadi presiden AS.
Sekira 50 bekas anggota pemerintahan Bush berada dalam daftar orang yang disebut sebagai pendiri koalisi alumni Bush pendukung Trump. Daftar ini disediakan oleh seorang pejabat Republik yang dekat dengan kampanye Trump.(Reuters)
Langganan:
Postingan (Atom)








